Penyimpanan bahan makanan di dalam kulkas sering kali dianggap sebagai solusi ajaib untuk menjaga kesegaran segala jenis bahan pangan. Begitu pulang dari pasar atau supermarket, kebanyakan dari kita langsung memasukkan seluruh belanjaan ke dalam kotak pendingin dengan asumsi suhu dingin akan menghentikan proses pembusukan. Sayangnya, asumsi ini tidak sepenuhnya benar, terutama bagi beberapa jenis sayuran tertentu.

Alih-alih menjadi lebih awet, menyimpan jenis sayuran tertentu di dalam kulkas justru merusak struktur selnya, memicu pembusukan lebih cepat, hingga berpotensi menghasilkan senyawa kimia yang berbahaya bagi tubuh. Kulkas rumahan dengan kelembapan tinggi dan suhu dingin ekstrem tidak selalu ramah bagi semua komoditas alam. Untuk menghindari kerugian finansial sekaligus risiko kesehatan, berikut adalah empat jenis sayuran yang pantang Anda masukkan ke dalam kulkas beserta cara penyimpanan yang benar.

1. Tomat Kehilangan Cita Rasa dan Cepat Berair

Banyak orang mengira tomat adalah buah atau sayuran yang wajib masuk kulkas agar tidak mudah ranum. Padahal, suhu dingin di bawah 10 derajat Celsius pada kulkas justru akan menghentikan proses pematangan alami tomat dan merusak membran dinding sel di dalamnya.

Akibat kerusakan sel tersebut, tekstur daging tomat akan berubah menjadi lembek, bertepung (mealy), dan kehilangan aroma serta rasa manis aslinya. Selain itu, kelembapan di dalam kulkas juga memicu pertumbuhan jamur lebih cepat pada kulit tomat yang mulai melunak. Cara terbaik menyimpan tomat segar adalah membiarkannya di suhu ruang dalam keranjang yang memiliki sirkulasi udara baik, jauhkan dari paparan sinar matahari langsung, dan cuci hanya saat Anda hendak mengolahnya.

2. Kentang Memicu Pembentukan Zat Toksik Akrilamida

Kentang adalah salah satu bahan dapur yang paling sering salah penanganan. Menyimpan kentang di dalam kulkas adalah pantangan besar karena suhu dingin yang ekstrem akan mengubah kandungan pati di dalam kentang menjadi gula secara drastis.

Perubahan kimia ini tidak hanya membuat rasa kentang menjadi terlalu manis dan berpasir saat dimasak, tetapi juga memicu risiko kesehatan. Ketika kentang bersuhu dingin tersebut kemudian digoreng atau dipanggang pada suhu tinggi, kandungan gula berlebih tadi akan bereaksi dengan asam amino dan membentuk zat kimia bernama akrilamida, sebuah senyawa yang dikaitkan dengan risiko karsinogenik. Simpanlah kentang di tempat yang sejuk, gelap, kering, dan berventilasi baik, menggunakan wadah jaring atau kantong kertas, bukan kantong plastik kedap udara.

3. Bawang Putih dan Bawang Bombay Bertunas serta Berjamur

Bawang putih dan bawang bombay mengandalkan lingkungan yang kering dan sirkulasi udara yang lancar untuk mempertahankan struktur umbinya. Jika Anda memasukkannya ke dalam laci kulkas yang lembap dan dingin, lingkungan tersebut akan dibaca oleh umbi sebagai sinyal musim semi.

Reaksi alami ini akan memicu pertumbuhan tunas hijau dengan cepat. Tidak lama setelah bertunas, bagian dalam bawang akan mulai melunak, keropos, dan ditumbuhi jamur tersembunyi yang membuat tampilannya rusak dan rasanya menjadi pahit. Simpan bawang putih dan bombay di area dapur yang kering, terbuka, dan terhindar dari kelembapan tinggi. Jika Anda sudah terlanjur mengupas atau memotongnya, barulah masukkan ke dalam wadah kedap udara di kulkas dan habiskan dalam waktu maksimal dua hari.

4. Timun Mengalami Chilling Injury dan Cepat Lendir

Timun adalah sayuran yang kaya akan kandungan air dan sangat sensitif terhadap suhu dingin ekstrem. Menyimpan timun di bagian paling dingin dalam kulkas dalam waktu lebih dari tiga hari akan menyebabkan kerusakan fisiologis yang disebut chilling injury.

Kerusakan ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik basah tembus pandang di permukaan kulit timun, tekstur daging yang berubah menjadi berair dan lunak, serta timbulnya lendir yang mengindikasikan pembusukan dari dalam. Jika Anda ingin menyimpan timun agar tetap renyah, letakkan di suhu ruang jika ingin dikonsumsi dalam sehari-hari. Jika ingin menyimpannya di kulkas, bungkus setiap buah timun menggunakan tisu dapur kering untuk menyerap kondensasi, lalu masukkan ke dalam kompartemen paling hangat di kulkas (seperti bagian pintu) dan konsumsi dalam beberapa hari.